Minggu, 05 April 2020


Puisi ini diambil dari salah satu karya terbaik Marisa Monika berjudul "Fitrah Cinta"

Fitrah Cinta  Nada syahdu bersenandung dalam kalbuMengetuk tiap pintu kosong di sudut jiwaMenawarkan doa kepada seisinyaSeisi hati yang tengah bermunajatPada Ilahi yang duduk di singgasana Hati ini telah terpincut oleh panggilan-NyaJiwa pernah berduka, menangis, dan meronta gilaRaga ini pernah berpaling, berlari, nyaris sirna oleh masaKalau bukan karena kasih-Mu
Entah apa jadinya jasad hina dalam balutan seragam sutra Setiap getaran bibir berselawat pada NabiTersungkur lemah tiada berdayaTangisku kian mengharu biruHatiku bagai disayat pisau sembiluKalau bukan karena cinta-MuAku hanyalah seonggok daging tiada bernadi
Bagai rangkaian tulang-belulang rapuh Air mataku selalu berderai di kala petang menjelangLututku tak  mampu terangkat dari mihrabku Kalau bukan karena keagungan-MuTiadalah diri ini bermaknaLebih kecil dari debu yang beterbangan
Ada namun tak dapat dirabaInilah hamba yang berserah Bila langit masih berawan
Tanah berjanji setia menjadi rumah kembangHujan masih menyemburkan kebeningannyaIzinkan aku bersimpuh kehadirat-Mu Tuhan
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar