Bayu Si Anak Pakis
Dalam
semak-semak belukar, terhampar luas padang rumput tak terpelihara, segala jenis
tumbuhan liar hidup subur dibawah sinar surya
yang panasnya menyengat tulang. Memandang hamparan hijau yang selalu
dirindukan Bayu di setiap harinya. Kebiasaan berjalan mengelilingi tebing
belukar adalah hobi anak desa yang kini berumur 7 tahun.
Bukan hanya untuk sekedar bermain bersama teman-temannya saja, namun Bayu datang ke padang belukar ini untuk sekedar mencari sayuran pakis yang akan di jual kepasar. Namun tidak jarang Bayu sendiri yang menjajakan pakisnya keliling kampung atau bahkan sampai ke jalan aspal kecamatan kalau memang ada waktu di luar sekolah. Bayu yang saat ini duduk di kelas 2 SDN 30 Pribumi yang teletak di kecamatan teluk keramat lahir dari sebuah keluarga yang sangat sederhana, ia mempunyai ibu seorang janda karena telah 1 tahun lamanya bercerai dengan ayahnya. Ayah Bayu seorang dulunya seorang pemborong sayu pakis, jadi tidak heran kalu bayu mengikuti jejak ayah sebagai pencari pakis. 2 tahun lalu kehidupan keluarga bayu bisa di bilang serba berkecukupan, bisa makan kenyang, tidur enak dan bayu kecil sering di belikan mainan oleh ayahnya ketika pulang dari menjual hasil pakis ke kota. Namun keseringan sang ayah berpergian menimbulkan kesenjangan antara ayah dan ibu bayu. Bahkan tidak jarang kalau ayah bayu sering tidak pulang kerumah, alasannya jarak cukup jauh antara kota dan kampung bayu. Hal ini membuat ayah bayu memiliki wanita simpanan diluar sepengetahuan ibu bayu dan keluarga. Semula ibu bayu tidak mengetahui kecurangan ayah yang telah menduakan dirinya. Namun selang 1 bulan kemudian ada teman ayah bayu yang juga masih sepupu dari ibu bayu yaitu pak Bono sempat memergoki ayah bayu mennggandeng wanita lain yang bukan istrinya. Hal ini membuat pak Bono menjadi geram atas perlakuan temannya tersebut. Sontak saja pak Bono melaporkan kelakuan pak bayu kepada saudara sepupunya tidak lain adalah Ibu bayu. “Minten,, aku harap kamu tidak terkejut dan sabar menerima kenyataan ini “, kata pak Bono. Bu bayu yaitu Minten dengan cemas bertanya “ ada apa bang jono, berita apa yang sebenarnya ingin bang jono sampaikan kepada minten”, Begini minten (pak jono terhenti sekejap menghela nafas )..aku tadi waktu dikota aku tidak sengaja memergoki suamimu si Tuki menggandeng wanita lain, semula ku kira itu dirimu tapi setelah ku perhatikan dan pelan-pelan tanpa sepengetahuannya ku lihat itu bukan dirimu”, terang pak jono. Dengan sanagt terkejut bu minten segera menepis tuduahn abang sepupunya tersebut,” bang jono koq tega-teganya bang jono berkata seperti itu kepada suami minten, bang tuki itu suami yang baik, setia perhatian sama aku dan bayu, jadi tidak mungkin dia berkelakuan seprti yang bang jono tuduhkan. Dengan sabar pak jono memberikan pengertian, “ maafkan aku minten, mata ku ini belum rabun aku sangat meliat dengan jelas klakuan suamimu itu, bahkan bukan hanya aku yang melihat tapu ggun teman suamimu menjual sayu kekota juga pernah melihat kelakuan curng suamimu itu, memang sebulum aku tidak percaya apa yang dikatakan Gugun tapi setelah aku melihat sendiri kalakuan tuki au baru percaya, minten sran dari ku cobalah kau tanyakan kepada suamimu dengan hati-hati ketika dia pulang nanti. Kalau boleh aku tahu sudah berapa hari suamimu tidak pulang ? dengan wajah yang tlah bassah oleh air mata dan masih setengah tak percaya Ibu minten menjawab, “ bang tuki sudah seminngu tidak pulang, sebelum pergi dia mengatakan hanmya akn ke kota selama 3 hari, aku bisa mengerti kenapa ia terlambat pulang, karena p[asti pakis yang iya bawa masih belum habis, Bu minten mncoba mengusap air mata yang tanpa terasa telah membashi pipinya seperti keringat yang membanjiri seorang wanita yang telah disakiti hatinya oleh suami yang sangat dicintainya. Seketika itu bayu yang baru pulang main dari rumah doni teman bermainnya datang dan dengan perasaan terkejut karena ibu yang dilihatnya sedang bermani air mata, seketiak itu pula ia mendatangi ibunya. “ibu kenapa ibu menangis, apa yang membuat ibu bersedih ?. Bu minten dengan sigap menepis air mata di pipinya,” doni anaku ibu tidak apa-apa nak, tadi ibu baru selisai memotong bawang merah, hari ini ibu akan masak enak karena om jono akan makan malam dirumah kita, benar kan bang ? “. Pak jono yang sudah mengerti akan maksud dari perkataan bu minten segera mengiyakan saja, iya bayu malam ini om mau makn malam disini, boleh kan? “. Benar begitu bu,?,,’iya bayu”. Bu minten menyetujui. Tentu boleh dong om, jadi malam ini aku tidak hanya makn berdua sama iu saja, tapi di temenin om, soalnya sudah seminggu ayah belum pulang, bagaiman kiranya kabar ayah sekarang ? aku sangat rindu pada ayah dan ingin segera dibelikakan mainan baru oleh ayahku”. Bu minten yang mendengar bayu menyebut nama ayahnya, seketika itu tak kuat menahan tangis, dan ia langsung permisi untuk ke dapur. Sekonyol-konyonya bu minten menangis terisak-isak. Hal ini tidak diketahui oleh bayu dan pak jono, karena ia menutupkan handuk ke muka yang memang dari tadi digunakan untuk mengelap airmatanya di depan pak jono.
Bukan hanya untuk sekedar bermain bersama teman-temannya saja, namun Bayu datang ke padang belukar ini untuk sekedar mencari sayuran pakis yang akan di jual kepasar. Namun tidak jarang Bayu sendiri yang menjajakan pakisnya keliling kampung atau bahkan sampai ke jalan aspal kecamatan kalau memang ada waktu di luar sekolah. Bayu yang saat ini duduk di kelas 2 SDN 30 Pribumi yang teletak di kecamatan teluk keramat lahir dari sebuah keluarga yang sangat sederhana, ia mempunyai ibu seorang janda karena telah 1 tahun lamanya bercerai dengan ayahnya. Ayah Bayu seorang dulunya seorang pemborong sayu pakis, jadi tidak heran kalu bayu mengikuti jejak ayah sebagai pencari pakis. 2 tahun lalu kehidupan keluarga bayu bisa di bilang serba berkecukupan, bisa makan kenyang, tidur enak dan bayu kecil sering di belikan mainan oleh ayahnya ketika pulang dari menjual hasil pakis ke kota. Namun keseringan sang ayah berpergian menimbulkan kesenjangan antara ayah dan ibu bayu. Bahkan tidak jarang kalau ayah bayu sering tidak pulang kerumah, alasannya jarak cukup jauh antara kota dan kampung bayu. Hal ini membuat ayah bayu memiliki wanita simpanan diluar sepengetahuan ibu bayu dan keluarga. Semula ibu bayu tidak mengetahui kecurangan ayah yang telah menduakan dirinya. Namun selang 1 bulan kemudian ada teman ayah bayu yang juga masih sepupu dari ibu bayu yaitu pak Bono sempat memergoki ayah bayu mennggandeng wanita lain yang bukan istrinya. Hal ini membuat pak Bono menjadi geram atas perlakuan temannya tersebut. Sontak saja pak Bono melaporkan kelakuan pak bayu kepada saudara sepupunya tidak lain adalah Ibu bayu. “Minten,, aku harap kamu tidak terkejut dan sabar menerima kenyataan ini “, kata pak Bono. Bu bayu yaitu Minten dengan cemas bertanya “ ada apa bang jono, berita apa yang sebenarnya ingin bang jono sampaikan kepada minten”, Begini minten (pak jono terhenti sekejap menghela nafas )..aku tadi waktu dikota aku tidak sengaja memergoki suamimu si Tuki menggandeng wanita lain, semula ku kira itu dirimu tapi setelah ku perhatikan dan pelan-pelan tanpa sepengetahuannya ku lihat itu bukan dirimu”, terang pak jono. Dengan sanagt terkejut bu minten segera menepis tuduahn abang sepupunya tersebut,” bang jono koq tega-teganya bang jono berkata seperti itu kepada suami minten, bang tuki itu suami yang baik, setia perhatian sama aku dan bayu, jadi tidak mungkin dia berkelakuan seprti yang bang jono tuduhkan. Dengan sabar pak jono memberikan pengertian, “ maafkan aku minten, mata ku ini belum rabun aku sangat meliat dengan jelas klakuan suamimu itu, bahkan bukan hanya aku yang melihat tapu ggun teman suamimu menjual sayu kekota juga pernah melihat kelakuan curng suamimu itu, memang sebulum aku tidak percaya apa yang dikatakan Gugun tapi setelah aku melihat sendiri kalakuan tuki au baru percaya, minten sran dari ku cobalah kau tanyakan kepada suamimu dengan hati-hati ketika dia pulang nanti. Kalau boleh aku tahu sudah berapa hari suamimu tidak pulang ? dengan wajah yang tlah bassah oleh air mata dan masih setengah tak percaya Ibu minten menjawab, “ bang tuki sudah seminngu tidak pulang, sebelum pergi dia mengatakan hanmya akn ke kota selama 3 hari, aku bisa mengerti kenapa ia terlambat pulang, karena p[asti pakis yang iya bawa masih belum habis, Bu minten mncoba mengusap air mata yang tanpa terasa telah membashi pipinya seperti keringat yang membanjiri seorang wanita yang telah disakiti hatinya oleh suami yang sangat dicintainya. Seketika itu bayu yang baru pulang main dari rumah doni teman bermainnya datang dan dengan perasaan terkejut karena ibu yang dilihatnya sedang bermani air mata, seketiak itu pula ia mendatangi ibunya. “ibu kenapa ibu menangis, apa yang membuat ibu bersedih ?. Bu minten dengan sigap menepis air mata di pipinya,” doni anaku ibu tidak apa-apa nak, tadi ibu baru selisai memotong bawang merah, hari ini ibu akan masak enak karena om jono akan makan malam dirumah kita, benar kan bang ? “. Pak jono yang sudah mengerti akan maksud dari perkataan bu minten segera mengiyakan saja, iya bayu malam ini om mau makn malam disini, boleh kan? “. Benar begitu bu,?,,’iya bayu”. Bu minten menyetujui. Tentu boleh dong om, jadi malam ini aku tidak hanya makn berdua sama iu saja, tapi di temenin om, soalnya sudah seminggu ayah belum pulang, bagaiman kiranya kabar ayah sekarang ? aku sangat rindu pada ayah dan ingin segera dibelikakan mainan baru oleh ayahku”. Bu minten yang mendengar bayu menyebut nama ayahnya, seketika itu tak kuat menahan tangis, dan ia langsung permisi untuk ke dapur. Sekonyol-konyonya bu minten menangis terisak-isak. Hal ini tidak diketahui oleh bayu dan pak jono, karena ia menutupkan handuk ke muka yang memang dari tadi digunakan untuk mengelap airmatanya di depan pak jono.
Sahabat
pembaca tunggu kisah Bayu selanjutnya, yang pastinya lebih menarik dan memberi semangat
hidup untuk Anak indonesia, khususya sahabat pembaca.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar