Selasa, 25 Juni 2013

Peningkatan Minat Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam Menggunakan Metode Demonstrasi Pada Siswa Kelas...

BAB  I
PENDAHULUAN
A.      Latar Belakang
Pembelajaran merupakan suatu kegiatan terjadinya interaksi yang komunikatif    antara guru-siswa, siswa-guru, dan siswa-siswa yang berlangsung di dalam kelas dalam suasana belajar yang sudah dikondisikan. Dalam pembelajaran terdapat aspek-aspek yang mempengaruhi keinginan siswa untuk mengikuti pembelajaran. Hal ini harus menjadi perhatian guru agar tujuan pembelajaran yang telah dirancang dengan baik dapat tercapai secara optimal.

Pembelajaran ilmu pengetahuan alam (IPA) diaarahkan pada siswa untuk mampu menguasai hakikat IPA yang terdiri dari prosedur, proses dan produk. Ketiga hal tersebut perlu diperhatikan oleh seorang guru agar dapat dijadikan pedoman yang harus dicapai oleh siswa dari pembelajaran IPA. Namun untuk mencapai ketiga hal tersebut bukanlah perkara mudah, guru harus membiasakan peserta didik mengenal alat-alat sederhana yang berkaitan dengan IPA, memengang alat-alat IPA serta menggunakan alat-alat tersebut baik dalam proses pembelajaran maupun dalam kehidupan mereka sehari-hari.
       Dalam mengajar perlunya suatu strategi, metode, teknik, model tertentu yang disesuaikan dengan kompetensi yang akan dicapai oleh siswa. Khusus pembelajaran IPA, banyak metode mengajar yang dapat digunakan. Hanya saja guru harus selektif dalam menentukan metode yang tepat dan relevan dengan meteri yang akan diajarkan. Metode demonstrasi adalah salah satu metode yang sangat baik digunakn untuk melatih keterampilan siswa dalam menggunakan alat atau bahan praktikum.
Menurut Hamdani, M.A. metode demonstrasi adalah suatu cara mengajar dengan mempertunjukan cara kerja suatu benda, dimana benda tersebut berupa benda sebenarnya atau benda yang berupa model. Dalam metode ini, antara lain dapat dikembangkan kemampuan siswa untuk mengamati, menggolongkan, menarik kesimpulan, menerapkan konsep, prinsip atau prosedur, dan mengkomunikasikannya pada siswa-siswa lain.
Menurut pandangan konstruktivisme belajar merupakan suatu proses mengkonstruksi pengetahuan  yang terjadi from within (dari dalam diri anak), artinya pengetahuan diperoleh melalui suatu dialog oleh suasana belajar yang bercirikan pengalaman dua sisi ( kognitif dan afektif). Dengan demikian  belajar harus diupayakan agar anak-anak mampu menggunakan peralatan mental mereka secara efektif dan efisien sehingga tidak ditandai oleh segi kognitif belaka, tetapi juga oleh keterlibatan emosi dan kemampuan kreatif (Semiawan, 2002).
Dari beberapa uraian diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa dalam membangun konsep pada diri anak harus diupayakan agar anak mengalami langsung kegiatan pembelajaran secara aktif, artinya siswa tidak hanya duduk diam mendengar penjelasan dari guru, tetapi juga ikut terlibat baik dalam menggunakan alat-alat maupun merencanakan prosedur  kegiatan atau langkah-langkah mendemonstrasikan sesuatu hal yang berkaitan dengan meteri pembelajaranyang akan mereka pelajari. Dengan keikutsertaan siswa dalam pembelajaran maka secara tidak langsung timbulnya minat dari dalam diri mereka untuk mengikuti selama proses pembelajaran berlangsung.
Keberhasilan belajar dalam proses pembelajaran di sekolah sangat ditentukan oleh minat siswa dalam belajar karena dengan adanya minat dalam diri siswa maka akan memperoleh  banyak pengetahuan. Oleh karena itu, siswa yang memiliki ciri berbeda dalam belajar maka siswa akan cenderung belajar sesuatu yang disukainya. Belajar terjadi jika siswa melakukan kegiatan-kegiatan sesuai minat. Ia melakukan interaksi positif dengan materi dan kecenderungannya. Menurut Abdul Kodir (dalam Hamdani, 2011: 6) mengatakan bahwa perubahan perilaku meliputi seluruh pribadi siswa baik kognitif, afektif maupun psikomotorik. Untuk meningkatkan minat pembelajaran dapat dilakukan dalam bentuk kegiatan mengarahkan siswa untuk bekerja dan mengalami semua yang ada di lingkungan secara berkelompok. Oleh karena itu sebagai inovasi dalam strategi belajar mengajar terus dilakukan oleh para guru dan para ahli pendidikan agar sesuai dengan kebutuhan dan konteks zaman. Seperti strategi mengajar inovatif untuk meningkatkan minat siswa dalam pembelajaran. Aspek minat meliputi perhatian terhadap pembelajaran, ketertarikan dalam belajar, serta kemauan mengikuti proses pembelajaran secara aktif dan bersemangat.
Namun realitanya masih banyak sekali siswa yang kurang memiliki minat dalam pembelajaran sehingga akan berpengaruh terhadap keantusiasan siswa dalam proses pembelajaran, serta tidak menutup kemungkinan hasil yang diperoleh siswa dari hasil belajar juga tidak bisa maksimal. Berdasarkan hasil pengamatan awal terhadap siswa kelas VA SDN 30 Pontianak Selatan pada saat pembelajaran IPA, sebagian besar siswa kurang berminat dalam pembelajaran, karena peneliti melihat guru mengajar masih dengan metode konvensional dan tidak menggunakan media pembelajaran. Siswa hanya duduk diam dan mendengar penjelasan dari guru saja. Interaksi dalam pembelajaran masih dinilai pasif dan cenderung monoton. Dari 30 siswa hanya 10 orang saja yang berminat mengikuti pembelajaran, selebihnya hanya duduk diam tidak bereaksi dan antusias. Sehingga pembelajaran menjadi  kurang mengasyikan.
       Berdasarkan kenyataan diatas, peneliti merasa perlunya mengatasi kurangnya minat siswa dalam proses pembelajaran dengan menggunakan metode demonstrasi untuk meningkatkan minat pembelajaran IPA. Oleh karena itu, metode demonstrasi merupakan solusi tepat untuk meningkatkan minat pembelajaran IPA bagi siswa.
B.       Masalah dan Submasalah
Berdasarkan latar belakang diatas maka masalah umum dalam penelitian ini adalah “bagaimana peningkatan pembelajaran ilmu pengetahuan alam menggunakan metode demonstrasi pada siswa kelas VA sdn 30 pontianak selatan ?”. Berdasarkan masalah umum diatas peneliti merumuskan lagi menjadi beberapa submasalah sebagai berikut.
1.    Bagaimanakah peningkatan perhatian siswa  dalam pembelajaran ilmu pengetahuan alam  SDN 30 Pontianak Selatan ?
2.    Bagaimanakah peningkatan ketertarikan siswa dalam pembelajaran ilmu pengetahuan alam  SDN 30 Pontianak Selatan ?
3.    Bagaimanakah peningkatan kemauan siswa dalam pembelajaran ilmu pengetahuan alam SDN 30 Pontianak Selatan ?
C.  Tujuan
       Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peningkatan minat pembelajaran ilmu pengetahuan alam menggunakan metode demonstrasi pada siswa kelas VA SDN 30 pontianak selatan. Dari tujuan umum tersebut peneliti membagi lagi menjadi 3 tujuan khusus sebagai berikut :
1.        Untuk mendeskripsikan penggunaan metode demonstrasi dapat meningkatkan perhatian siswa dalam pembelajaran IPA
2.        Untuk mendeskripsikan penggunaan metode demonstrasi dapat meningkatkan ketetarikan siswa dalam pembelajaran IPA
3.        Untuk mendeskripsikan penggunaan metode demonstrasi dapat meningkatkan kemauan siswa dalam pembelajaran IPA

D.  Manfaat Penelitian
Sebelum melakukan penelitian penting sekali bagi kita untuk mengetahui nilai atau manfaat dari penelitian itu sendiri. Adapun manfaat dari penelitian ini sebagai berikut.
1.        Manfaat Teoritis
Manfaat teoritis dari penelitian ini alah untuk menambah  bahan pustaka yang menyangkut masalah peningkatan minat dalam pembelajaran IPA menggunkan metode demonstrasi.
2.        Manfaat Praktis
a.         Bagi siswa
Dapat dijadikan pengalaman untuk memperhatikan pembelajaran dengan menggunakan metode demonstrasi dalam upaya peningkatan kualitas pembelajaran IPA
b.         Bagi Guru IPA
Dapat menambah pengetahuan dan wawasan dalam meningkatkan minat pembelajaran siswa menggunakan metode demonstrasi
c.         Bagi Sekolah
Bermanfaat untuk memperoleh informasi bagimana pengaruh metode demonstrasi dalam meningkatkan minat siswa dalam pembelajaran IPA
d.        Bagi Peneliti
Dapat bermanfaat sebagai dasar untuk penelitian lebih lanjut tentang penggunaan metode demonstrasi.

E.  Ruang Lingkup Penelitian
       Ruang lingkup penelitian ini adalah penjelasan-penjelasan istilah yang digunakan dalam penelitian ini. Penjelasan istilah dimaksud untuk menghindarkan kesalahpahaman dalam memahami konsep istilah yang digunakan dalam penelitian ini. Adapun istilah yang digunakan dalm penelitian ini adalah sebagai berikut.
1.        Minat adalah kecenderungan seseorang terhadap obyek atau sesuatu kegiatan yang digemari yang disertai dengan perasaan senang, adanya perhatian, keaktifan berbuat.
2.        Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada mutu suatu lingkungan belajar
3.        Minat pembelajaran adalah suatu kegiatan yang digemari seseorang yang disertai dengan perasaan senang, adanya perhatian, keaktifan berbuat yang mendorong adanya interaksi  antara peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada mutu suatu lingkungan belajar.
4.        Metode demonstrasi merupakan metode mengajar yang menyajikan bahan pelajaran dengan mempertunjukan secara langsung objek atau cara melakukan sesuatu sehingga dapat mempelajarinya secara proses




Tidak ada komentar:

Posting Komentar