BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Pembelajaran
merupakan suatu kegiatan terjadinya interaksi yang komunikatif antara guru-siswa, siswa-guru, dan
siswa-siswa yang berlangsung di dalam kelas dalam suasana belajar yang sudah
dikondisikan. Dalam pembelajaran terdapat aspek-aspek yang mempengaruhi
keinginan siswa untuk mengikuti pembelajaran. Hal ini harus menjadi perhatian
guru agar tujuan pembelajaran yang telah dirancang dengan baik dapat tercapai
secara optimal.
Pembelajaran
ilmu pengetahuan alam (IPA) diaarahkan pada siswa untuk mampu menguasai hakikat
IPA yang terdiri dari prosedur, proses dan produk. Ketiga hal tersebut perlu
diperhatikan oleh seorang guru agar dapat dijadikan pedoman yang harus dicapai
oleh siswa dari pembelajaran IPA. Namun untuk mencapai ketiga hal tersebut
bukanlah perkara mudah, guru harus membiasakan peserta didik mengenal alat-alat
sederhana yang berkaitan dengan IPA, memengang alat-alat IPA serta menggunakan
alat-alat tersebut baik dalam proses pembelajaran maupun dalam kehidupan mereka
sehari-hari.
Dalam mengajar perlunya suatu strategi,
metode, teknik, model tertentu yang disesuaikan dengan kompetensi yang akan
dicapai oleh siswa. Khusus pembelajaran IPA, banyak metode mengajar yang dapat
digunakan. Hanya saja guru harus selektif dalam menentukan metode yang tepat
dan relevan dengan meteri yang akan diajarkan. Metode demonstrasi adalah salah
satu metode yang sangat baik digunakn untuk melatih keterampilan siswa dalam menggunakan
alat atau bahan praktikum.
Menurut
Hamdani, M.A. metode demonstrasi adalah suatu cara mengajar dengan
mempertunjukan cara kerja suatu benda, dimana benda tersebut berupa benda
sebenarnya atau benda yang berupa model. Dalam metode ini, antara lain dapat
dikembangkan kemampuan siswa untuk mengamati, menggolongkan, menarik
kesimpulan, menerapkan konsep, prinsip atau prosedur, dan mengkomunikasikannya
pada siswa-siswa lain.
Menurut
pandangan konstruktivisme belajar merupakan suatu proses mengkonstruksi
pengetahuan yang terjadi from within (dari dalam diri anak),
artinya pengetahuan diperoleh melalui suatu dialog oleh suasana belajar yang
bercirikan pengalaman dua sisi ( kognitif dan afektif). Dengan demikian belajar harus diupayakan agar anak-anak mampu
menggunakan peralatan mental mereka secara efektif dan efisien sehingga tidak
ditandai oleh segi kognitif belaka, tetapi juga oleh keterlibatan emosi dan
kemampuan kreatif (Semiawan, 2002).
Dari
beberapa uraian diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa dalam membangun konsep
pada diri anak harus diupayakan agar anak mengalami langsung kegiatan
pembelajaran secara aktif, artinya siswa tidak hanya duduk diam mendengar
penjelasan dari guru, tetapi juga ikut terlibat baik dalam menggunakan
alat-alat maupun merencanakan prosedur
kegiatan atau langkah-langkah mendemonstrasikan sesuatu hal yang
berkaitan dengan meteri pembelajaranyang akan mereka pelajari. Dengan
keikutsertaan siswa dalam pembelajaran maka secara tidak langsung timbulnya
minat dari dalam diri mereka untuk mengikuti selama proses pembelajaran
berlangsung.
Keberhasilan
belajar dalam proses pembelajaran di sekolah sangat ditentukan oleh minat siswa
dalam belajar karena dengan adanya minat dalam diri siswa maka akan
memperoleh banyak pengetahuan. Oleh
karena itu, siswa yang memiliki ciri berbeda dalam belajar maka siswa akan
cenderung belajar sesuatu yang disukainya. Belajar terjadi jika siswa melakukan
kegiatan-kegiatan sesuai minat. Ia melakukan interaksi positif dengan materi
dan kecenderungannya. Menurut Abdul Kodir (dalam Hamdani, 2011: 6) mengatakan
bahwa perubahan perilaku meliputi seluruh pribadi siswa baik kognitif, afektif
maupun psikomotorik. Untuk meningkatkan minat pembelajaran dapat dilakukan
dalam bentuk kegiatan mengarahkan siswa untuk bekerja dan mengalami semua yang
ada di lingkungan secara berkelompok. Oleh karena itu sebagai inovasi dalam
strategi belajar mengajar terus dilakukan oleh para guru dan para ahli
pendidikan agar sesuai dengan kebutuhan dan konteks zaman. Seperti strategi
mengajar inovatif untuk meningkatkan minat siswa dalam pembelajaran. Aspek
minat meliputi perhatian terhadap pembelajaran, ketertarikan dalam belajar, serta
kemauan mengikuti proses pembelajaran secara aktif dan bersemangat.
Namun
realitanya masih banyak sekali siswa yang kurang memiliki minat dalam
pembelajaran sehingga akan berpengaruh terhadap keantusiasan siswa dalam proses
pembelajaran, serta tidak menutup kemungkinan hasil yang diperoleh siswa dari
hasil belajar juga tidak bisa maksimal. Berdasarkan hasil pengamatan awal
terhadap siswa kelas VA SDN 30 Pontianak Selatan pada saat
pembelajaran IPA, sebagian besar siswa kurang berminat dalam pembelajaran,
karena peneliti melihat guru mengajar masih dengan metode konvensional dan
tidak menggunakan media pembelajaran. Siswa hanya duduk diam dan mendengar
penjelasan dari guru saja. Interaksi dalam pembelajaran masih dinilai pasif dan
cenderung monoton. Dari 30 siswa hanya 10 orang saja yang berminat mengikuti
pembelajaran, selebihnya hanya duduk diam tidak bereaksi dan antusias. Sehingga
pembelajaran menjadi kurang mengasyikan.
Berdasarkan kenyataan diatas, peneliti
merasa perlunya mengatasi kurangnya minat siswa dalam proses pembelajaran
dengan menggunakan metode demonstrasi untuk meningkatkan minat pembelajaran
IPA. Oleh karena itu, metode demonstrasi merupakan solusi tepat untuk
meningkatkan minat pembelajaran IPA bagi siswa.
B.
Masalah
dan Submasalah
Berdasarkan
latar belakang diatas maka masalah umum dalam penelitian ini adalah “bagaimana
peningkatan pembelajaran ilmu pengetahuan alam menggunakan metode demonstrasi
pada siswa kelas VA sdn 30 pontianak selatan ?”. Berdasarkan masalah
umum diatas peneliti merumuskan lagi menjadi beberapa submasalah sebagai
berikut.
1.
Bagaimanakah peningkatan perhatian
siswa dalam pembelajaran ilmu
pengetahuan alam SDN 30 Pontianak
Selatan ?
2.
Bagaimanakah peningkatan ketertarikan siswa
dalam pembelajaran ilmu pengetahuan alam
SDN 30 Pontianak Selatan ?
3.
Bagaimanakah peningkatan kemauan siswa
dalam pembelajaran ilmu pengetahuan alam SDN 30 Pontianak Selatan ?
C. Tujuan
Tujuan umum dari penelitian ini adalah
untuk mendeskripsikan peningkatan minat pembelajaran ilmu pengetahuan alam
menggunakan metode demonstrasi pada siswa kelas VA SDN 30 pontianak
selatan. Dari tujuan umum tersebut peneliti membagi lagi menjadi 3 tujuan
khusus sebagai berikut :
1.
Untuk mendeskripsikan penggunaan metode
demonstrasi dapat meningkatkan perhatian siswa dalam pembelajaran IPA
2.
Untuk mendeskripsikan penggunaan metode
demonstrasi dapat meningkatkan ketetarikan siswa dalam pembelajaran IPA
3.
Untuk mendeskripsikan penggunaan metode
demonstrasi dapat meningkatkan kemauan siswa dalam pembelajaran IPA
D. Manfaat Penelitian
Sebelum
melakukan penelitian penting sekali bagi kita untuk mengetahui nilai atau
manfaat dari penelitian itu sendiri. Adapun manfaat dari penelitian ini sebagai
berikut.
1.
Manfaat Teoritis
Manfaat
teoritis dari penelitian ini alah untuk menambah bahan pustaka yang menyangkut masalah
peningkatan minat dalam pembelajaran IPA menggunkan metode demonstrasi.
2.
Manfaat Praktis
a.
Bagi siswa
Dapat
dijadikan pengalaman untuk memperhatikan pembelajaran dengan menggunakan metode
demonstrasi dalam upaya peningkatan kualitas pembelajaran IPA
b.
Bagi Guru IPA
Dapat
menambah pengetahuan dan wawasan dalam meningkatkan minat pembelajaran siswa
menggunakan metode demonstrasi
c.
Bagi Sekolah
Bermanfaat
untuk memperoleh informasi bagimana pengaruh metode demonstrasi dalam
meningkatkan minat siswa dalam pembelajaran IPA
d.
Bagi Peneliti
Dapat
bermanfaat sebagai dasar untuk penelitian lebih lanjut tentang penggunaan
metode demonstrasi.
E. Ruang Lingkup Penelitian
Ruang lingkup penelitian ini adalah
penjelasan-penjelasan istilah yang digunakan dalam penelitian ini. Penjelasan
istilah dimaksud untuk menghindarkan kesalahpahaman dalam memahami konsep
istilah yang digunakan dalam penelitian ini. Adapun istilah yang digunakan dalm
penelitian ini adalah sebagai berikut.
1.
Minat adalah kecenderungan seseorang
terhadap obyek atau sesuatu kegiatan
yang digemari yang disertai dengan perasaan senang, adanya perhatian, keaktifan
berbuat.
2.
Pembelajaran adalah proses interaksi
peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada mutu suatu lingkungan
belajar
3.
Minat pembelajaran adalah suatu kegiatan yang digemari seseorang yang disertai
dengan perasaan senang, adanya perhatian, keaktifan berbuat yang mendorong
adanya interaksi antara peserta didik
dengan pendidik dan sumber belajar pada mutu suatu lingkungan belajar.
4.
Metode demonstrasi merupakan metode
mengajar yang menyajikan bahan pelajaran dengan mempertunjukan secara langsung
objek atau cara melakukan sesuatu sehingga dapat mempelajarinya secara proses
Tidak ada komentar:
Posting Komentar