Selasa, 02 Juli 2013

KOMPUTER SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN

Menurut  Cepi Riyana dan Asra komputer merupakan jenis media yang secara virtual dapat menyediakan respon yang segera terhadap hasil belajar yang dilakukan oleh siswa. Lebih dari itu, komputer memiliki kemampuan menyimpan  dan memanipulasi informasi sesuai dengan kebutuhan. Perkembangan teknologi yang pesat saat ini telah memungkinkan komputer memuat dan menayangkan beragam bentuk media di dalamnya. Dalam hal ini Heinich, Molenda, & Russel  (1996) mengemukakan bahwa :

“…It has ability to control and integrate  a wide variety of media – still pictures, graphics and moving images, as well as print ed information. The computer can also record, analyze, and react to student responses that are typed on a keyboard or selected with a mouse. “ ( hal. 228 )   
Saat ini teknologi komput er tidak lagi hanya digunakan sebagai sarana komputasi dan pengolahan kata ( word processor) tetapi juga sebagai sarana belajar multi media yang memungkinkan mahasiswa membuat desain dan rekayasa suatu konsep dan ilmu pengetahuan. Sajian multimedia berbasis komputer dapat diartikan sebagai teknologi yang mengoptimalkan  peran komputer sebagai sarana untuk menampilkan dan merekayasa teks, grafik, dan suara dalam sebuah tampilan yang terintegrasi. Dengan tampilan yang dapat mengkombinasikan berbagai unsur penyampaian informasi dan pesan, komputer dapat dirancang dan digunakan sebagai media teknologi yang efektif untuk mempelajari dan mengajarkan materi perkuliahan yang relevan misalnya rancangan grafis dan animasi.
Multimedia berbasis komputer dapat pula dimanfaatkan sebagai sarana dalam melakukan simulasi untuk melatih keterampilan dan kompetensi tertentu. Misalnya, penggunaan simulator kokpit pesawat te rbang yang memungkinkan mahasiswa dalam akademi penerbangan dapat berlatih  tanpa menghadapi ri siko jatuh. Contoh lain dari penggunaan multimedia berbasis  komputer adalah tampilan multimedia dalam bentuk animasi yang memungkinkan maha siswa pada jurusan eksakta, biologi, kimia, dan fisika - melakukan percobaan tanpa harus berada di laboratorium.
Perkembangan teknologi komputer saat ini telah membentuk suatu jaringan (network) yang dapat memberi kemungkinan bagi siswa untuk berinteraksi dengan sumber belajar secara luas. Jaringan komputer berupa  internet dan  web telah membuka akses bagi setiap orang unt uk memperoleh informasi dan ilmu Komputer dan Media Pendidikan di Sekolah Dasar  pengetahuan terkini dalam bidang akademik tertentu. Diskusi dan interaksi keilmuan dapat terselenggara melalui tersedianya fasilitas internet dan web di kampus. Penggunaan internet dan web tidak hanya dapat memberikan kontribusi yang positif terhadap kegiatan akademik mahasiswa tapi juga bagi dosen. Internet dan web dapat memberi kemungkinan bagi dosen untuk menggali informasi dan ilmu pengetahuan dalam mata kuliah yang  menjadi bidang ampuannya. Melalui penggunaan internet dan web, dosen akan se lalu siap mengajarkan ilmu pengetahuan yang mutakhir kepada mahasiswa. Hal ini tentu saja menuntut kemampuan dosen itu sendiri untuk selalu giat mengakses webs ite dalam bidang yang menjadi keahliannya. Hal ini sejalan dengan definisi Pannen (2003) mengenai media dan teknologi pembelajaran di sekolah dalam arti luas yang mencakup perangkat keras  (hardware) , perangkat lunak  (software), dan sumberdaya manusia  (humanware)  yang dapat digunakan untuk memperkaya pengalaman belajar mahasiswa.  
A.  Bentuk-Bentuk Penggunaan Komputer Untuk Pembelajaran  
Media dalam pembelajaran memiliki fungsi sebagai alat bantu untuk memperjelas pesan yang disampaikan  guru. Media juga berfungsi untuk pembelajaran individual dimana kedudukan media sepenuhnya melayani kebutuhan belajar siswa (pola bermedia). Beberapa  bentuk penggunaan komputer media yang dapat digunakan dalam pembelajaran meliputi:
1.   Penggunaan Multimedia Presentasi.
Multimedia presentasi digunakan untuk menjelaskan materi-materi yang sifatnya teoritis, digunakan dalam pembelajaran klasikal dengan group belajar yang cukup banyak di atas 50 orang. Medi a ini cukup efektif sebab menggunakan multimedia projector yang memiliki jangkauan pancar cukup besar.
2.   CD Multimedia Interaktif. 
CD interaktif dapat digunakan pada pembelajaran di SD sebab cukup efektif meningkatkan hasil belajar siswa terutama komputer. Sifat media ini selain interaktif juga bersifat multi media terdapat unsur-unsur media secara lengkap yang meliputi sound, animasi, video, teks dan grafis. 
Beberapa model multimedia interaktif di antaranya :
1.   Model Drill
2.   Model Tutorial
3.   Model Simulasi
4.   Model Games
Pada umumnya tipe penyajian yang banyak digunakan adalah “tutorial”. Tutorial ini membimbing siswa secara tuntas menguasai materi dengan cepat dan menarik. Setiap siswa cenderung memiliki perbedaan penguasaan materi tergantung dari kemampuan yang dimilikinya. Penggunaan  tutorial melalui CD interaktif lebih efektif untuk mengajarkan penguasaan Softwa re ke pada siswa dibandingkan dengan mengajarkan hardware.Misalnya tutorial Microsoft Office Word, Access, Excel, dan Power Point. Kelebihan lain dari CD intera ktif ini adalah siswa dapat belajar secara mandiri, tidak harus tergantung kepada guru/instruktur.  Siswa dapat memulai belajar kapan saja dan dapat mengakhiri sesuai dengan keinginannya. Selain itu, materi-materi yang diajarkan dalam CD tersebut dapat langsung dipraktekan oleh siswa terhadap siftware tersebut.Terdapat juga fungsi repeat,  bermanfaat untuk mengulangi materi secara berulang-ulang untuk penguasaan secara menyeluruh.
 3.   Video Pembelajaran
Selain CD interaktif , video termasuk media  yang dapat digunakan untuk pembelajaran di SD. Video ini bersifat interaktif-tutorial me mbimbing siswa untuk memahami sebuah materi melalui visualisasi. Siswa juga dapat  secara interaktif mengikuti kegiatan praktek sesuai ya ng diajarkan dalam video. Penggunaan CD interaktif di SD cocok untuk mengajarkan suatu proses. Misalnya cara penyerbukan pada tumbukan, teknik okulasi, pembelahan  sel, proses respirasi dan lain-lain.   
B.  Pemanfaatan Internet Dalam Pembelajaran   
Internet, singkatan dari  interconection and networ king, adalah jaringan informasi global, yaitu  “ the largest global network of computers, that enables people throughout the world to connect with each other¨. Internet diluncurkan pertama kali oleh J.C.R. Licklider dari MIT (Massachusetts Institute Technology) pada bulan Agustus 1962.  Untuk dapat menggunakan internet diperlukan sebuah komputer (memory minimal 4 mega), harddisk yang cukup, modem (berkecepatan minimal 14.400), sambungan telepon (multifungsi : telepon, faksimile, dan internet), ada program Windows, dan sedikit banyak tahu cara  mengoperasikannya. Selanjutnya hubungi provider terdekat. Andaikan semua prasyarat tadi tidak dimiliki, cukup mendatangi warnet (warung internet) terdekat yang banyak terdapat di kota-kota besar, kita dapat mengakses situs-situs apa saja sesuai dengan kebutuhan kita. Inte rnet disebut juga media massa kontemporer, karena memenuhi syarat-syarat sebagai sebuah media massa, seperti antara lain : ditujukan kepada sejumlah khalayak yang tersebar, heterogen, dan anonim serta melewati media cetak atau elektronik, sehingga pesan informasi yang sama dapat diterima secara serentak dan sesaat oleh khalayaknya.  Pemanfaatan internet sebagai media pembelajaran mengkondisikan siswa untuk belajar secara mandiri. “Through independent study, students become doers, as well as thinkers” (Cobine, 1997).   Para siswa dapat meng akses secara online dari berbagai perpustakaan, museum, database,  dan mendapatkan sumber primer tentang berbagai peristiwa sejarah, biografi, rekama n, laporan, data statistik, (Gordin et. al., 1995). Informasi yang diberikan serve r-computers itu dapat berasal dari  commercial businesses (.com),  goverment services (.gov),  nonprofit organizations (.org), educational institutions (.edu), atau artistic and cultural groups (.arts).  
Siswa dapat berperan sebagai seorang peneliti, menjadi seorang analis, tidak hanya konsumen informasi saja. Mereka menganalisis informasi yang relevan dengan pembelajaran dan melakukan pencarian yang sesuai dengan kehidupan (real life) Siswa dan guru tidak perlu hadir secara  fisik di kelas (classroom meeting), karena siswa dapat mempelajari bahan ajar dan mengerjakan tugas-tugas pembelajaran serta ujian dengan cara mengakses jaringan komputer yang telah ditetapkan secara online. Siswa juga dapat belajar bekerjasama (collaborative) satu sama lain. Mereka dapat saling berkirim e-mail (electronic mail) untuk mendiskusikan bahan ajar kemudian, selain mengerjakan tugas-tugas pembelajaran dan menjawab pertanyaan-pertanyaan  yang diberikan guru siswa dapat berkomunikasi dengan teman sekelasnya (classmates).  Memungkinkan pihak berkepentingan (orang tu a siswa maupun guru) dapat turut serta menyukseskan proses pembelajaran, dengan cara mengecek tugas-tugas yang dikerjakan siswa secara on-line. 
Perkembangan/kemajuan teknologi internet yang sangat pesat dan merambah ke seluruh penjuru dunia telah dimanfaatkan oleh berbagai negara, institusi, dan ahli untuk berbagai kepentingan termasuk  di dalamnya untuk pendidikan pembelajaran.  Berbagai percobaa n untuk mengembangkan perangkat lunak (program aplikasi) yang dapat me nunjang upaya peningkatan mutu pendidikan/pembelajaran terus dilakukan.  Perangkat lunak yang telah dihasilkan akan memungkinkan para pengembang pembelajaran ( instructional developers) bekerjasama dengan ahli materi (content specialists) mengemas materi pembelajaran elektronik ( online learning material).  Pembelajaran melalui internet di Sekolah Dasar dapat diberikan dalam beberapa form at (Wulf, 1996), di antaranya adalah: (1) Electronic mail (delivery of course materials, sending in assignments, getting and giving feedback, using a course listserv. , i.e., electronic  discussion group, (2) Bulletin boards/newsgroups for discussi on of special group,  (3) Downloading of course materials or tutorials, (4) Interactive tutorials on the Web, dan (5) Real time, interactive conferencing using MOO (Multiuse r Object Oriented) systems or Internet Relay Chat. Setelah bahan pembelajaran elektroni k dikemas dan dimasukkan ke dalam jaringan sehingga dapat diakses melalui inte rnet, maka kegiatan berikutnya yang perlu dilakukan adalah mensosialisasikan ketersediaan program pembelajaran tersebut agar dapat diketahui oleh masy arakat luas khususnya para calon peserta didik.  Para guru juga perlu diberikan pelatihan agar mereka mampu mengelola dengan baik penyelenggaraan kegi atan pembelajaran melalui intenet.  Karakteristik/potensi internet  sebagaimana yang tela h diuraikan di atas tentunya masih dapat diperkaya lagi dengan yang lainnya.  Namun, setidak-tidaknya ketiga karakteristik/potensi internet tersebut dipandang sudah memadai sebagai dasar pertimbangan untuk penyelenggaraan kegiat an pembelajaran melalui internet.

Daftar pustaka
Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi

Pjs. Direktur Ketenagaan  “Supeno Djanali”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar